17
Informasi

Contoh Kasus Pidana dan Analisisnya

Demi melindungi rakyat Indonesia dari tindak kekejian dan kriminalitas seseorang, maka muncullah sebuah aturan pidana berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.

Jika kita tilik dalam bahasa sederhananya, maka Hukum Pidana bisa kita artikan sebagai sebuah aturan yang mengelola pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan oleh si pelaku kepada  si korban.

Dengan adanya aturan ini, maka diharapkan akan memberikan efek jera karena senantiasa mendatangkan ancaman berupa penderitaan atau siksaan.

Tentunya proses yang dilakukan tidak bisa sembarangan, dan ada aturan mainnya sendiri. Dimulai dari penyelidikan dan penyidikan hingga putusan pengadilan, sepenuhnya dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku.

Contoh kasus pidana dan analisisnya pun sangat banyak. Namun agar kamu lebih gampang dalam mencernanya, mari kita buat contoh yang paling sederhana dengan bahasa yang dimengerti oleh orang awam sekalipun.

Contoh Kasus Pidana

Seorang warga Jakarta berinisial ASS dibekuk pihak kepolisian karena diduga kerap melakukan pemerasan kepada beberapa pedagang di Pasar Rebo. Pemuda berusia 29 tahun itu selalu meminta jatah 20 ribu setiap hari karena menganggap daerahnya tersebut adalah kekuasaannya.

Seorang warga bahkan pernah terkena tindak kekerasaan akibat tidak menuruti permintaannya tersebut.

Salah seorang warga kemudian memberikan laporan kepada pihak kepolisian karena perilaku dari ASS yang dianggap meresahkan banyak pihak dan warga sekitar.

Setelah melakukan pembekukan, pihak kepolisian pun berhasil mengamankan barang bukti berupa uang sebesar 100 ribu. Akibat dari perbuatannya tersebut, ASS dijerat pasal pemerasan dan mendapatkan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Analisis

Melihat dari contoh fiktif kasus di atas, kita bisa dengan jelas melihat bahwa hukum pidana yang diterapkan adalah berdasarkan laporan dari sang warga.

Dikarenakan ASS adalah warga negara Indonesia dan melakukan tindak pemerasaannya juga di wilayah Indonesia, maka tidak akan menggunakan hukum pidana internasional, melainkan berdasarkan KUHP, tepatnya Pasal 368.

Sebagai informasi tambahan, terdapat 3 sisi sumber dari tindakan hukum pidana dari contoh kasus di atas, diantaranya Laporan, Pengaduan, dan Tertangkap Tangan.

Sisi sumber yang menggambarkan contoh di atas tentunya adalah jenis Laporan, karena tidak dilakukan pengaduan ataupun tertangkap tangan selama kejadian pemerasaan tersebut berlangsung.