11
Informasi

Dibalik Perang Rusia-Ukraina yang Semakin Mencekam

Sang presiden Rusia, Vladimir Putin, melancarkan perang terbesar di Eropa semenjak PD II dengan dalih bahwa Ukraina yang cenderung condong ke blok Barat akan menjadi ancaman konstan bagi negara Rusia.

Namun setelah ribuan jiwa melayang, gedung dan kota dihancurkan, serta lebih dari 11 juta orang mengungsi, mata dunia hanya mengarah pada satu pertanyaan saja, ‘apa yang sebenarnya diinginkan oleh Rusia?’

Setelah ditilik lebih lanjut, tujuan awal dari pemimpin Rusia tersebut ternyata untuk menguasai Ukraina dan menggulingkan pemerintahannya, sehingga mampu mengakhiri keinginannya untuk bergabung bersama aliansi pertahanan Barat NATO, dikutip dari www.willoughbybrewing.com pekan lalu.

Namun setelah Putin gagal dalam merebut ibu kota Kyiv dan mengalami kemunduran satu bulan pasca penyerangan, akhirnya Rusia mengalihkan ambisinya ke bagian timur dan selatan Ukraina.

Invasi tersebut diluncurkan pada tanggal 24 Februari dengan mengatakan kepada rakyat Rusia bahwa tujuannya adalah untuk demiliterisasi dan de-Nazifikasi Ukraina.

Di saat yang bersamaan, pimpinan Rusia menjelaskan bahwa dibalik penyerangannya tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran dari apa yang dia sebut sebagai ‘delapan tahun intimidasi’ dan genosida oleh pemerintah Ukraina.

Menteri Luar Negeri, Sergei Lavrov, pun berbicara tentang misi pembebasan Ukraina dari penindasan tersebut.

Sementara dari pihak Presiden Ukraina yang terpilih secara demokratis, Volodymyr Zelensky, malah mengatakan bahwa sang musuh (Rusia) hanya berambisi menetapkan dirinya sebagai target (pembunuhan) nomor satu, sementara keluarganya dijadikan target nomor dua.

Namun, pemimpin Rusia menolak mentah-mentah bahwa serangannya tersebut dinilai sebagai invasi atau perang, melainkan itu hanya disebut sebagai ‘operasi militer khusus’.

Tentu saja, mata dunia melihat klaim Putin tentang Nazi dan genosida di Ukraina merupakan tuduhan yang tak mendasar dan sudah dijadikan narasinya selama bertahun-tahun.

Moskow bahkan membuat tuduhan liar bahwa Ukraina sedang membangun bom berbasis plutonium.

Alhasil, kini Rusia-lah yang sekarang dituduh oleh komunitas internasional atas pelanggaran hak asasi manusia yang begitu meluas. AS dan Kanada bahkan menilai bahwa Putin-lah yang sebenarnya tengah melakukan genosida saat ini.